Thursday, June 23, 2016

SPECIAL OFFER : PAKET BUKA BERSAMA

Happy Ramadhan. Bulan suci menjadi momentum spesial yang sangat tepat untuk kembali menjalin tali silaturahmi dengan saudara, rekan kerja maupun dengan kawan lama, Buka Bersama,sebuah tradisi khas Indonesia yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.



SPECIAL OFFER ::Dapatkan paket buka bersama dari jacktour.com, di hotel-hotel berbintang di Kota Bandung. reservasi : melalui jacktour.com.
dapatkan juga Free waist bag untuk pemesanan +15 pax

Wednesday, June 22, 2016

ROTI MENEL


Kota Bandung sendiri memiliki sejumlah destinasi toko roti & kue yang cukup banyak dan bervariasi. Rata-rata memiliki ciri khas dari rasa dan varian jenis kue yang ditawarkan.
Salah satunya adalah Roti Menel, cocok untuk anda yang menyukai kue dan roti berukuran kecil tersedia dalam berbagai varian rasa dan bentuk. gerainya ada di jalan karawitan Buah Batu dan jalan Sederhana Bandung #infokuliner

BAJIGUR & NANGKA GORENG CISANGKUY BANDUNG

Salah satu penganan khas Bandung yang tak surut penggemarnya yaitu nangka campur tepung yang digoreng dikombinasikan dengan minuman tradisional bajigur atau bandrek jahe
bisa didapatkan di Salah satu jajaran food stop tradisional  yang terkenal yaitu di jalan cisangkuy Bandung

RAMADHAN DI SINDANG RERET 2016

Acara buka puasa bersama saat bulan Ramadhan memang sudah menjadi tradisi yang mungkin hanya ada di Indonesia. Selain menjadi ajang silaturahmi, buka puasa juga bisa menjadi ajang reuni dengan kawan lama


Memasuki bulan suci Ramadhan, Sindang reret Hotel dan restaurant Cikole dan Ciwidey sudah menyiapkan berbagai hidangan dan paket meriah pengunjung sekaligus mendapatkan  pengalaman menikmati suasana alam pedesaan dan budaya sunda yang dikombinasikan dengan sajian kuliner tradisional seperti : nasi Pencok, Sambel hejo dadakan,kurupuk, Udang, Ase tahu, Arem-arem Kacang N'dul, dan menu-menu sedap lainnya Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, wargi Bandung bisa menghubungi marketing@sindangreret.co.id

Friday, June 17, 2016

SENSASI WISATA SPIRITUAL DI BANDUNG Bag.2

Masjid Al-Irsyad merupakan sebuah masjid yang terletak di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 2009 dan selesai pada tahun 2010. Bentuk masjid sekilas hanya seperti kubus besar laiknya bentuk bangunan Kubah di Arab Saudi. Dengan konsep ini, dari luar terlihat garis-garis hitam di sekujur dinding masjid.



Masjid Al-Irsyad diresmikan pada 17 Ramadan 1431 Hijriah tepatnya 27 Agustus 2010 silam. Bangunannya unik, megah, dan kokoh. Beberapa bulan setelah dibangun, masjid yang memiliki arsitektur memukau ini langsung menyabet penghargaan bergengsi tingkat dunia. Pembangunan masjid ini diarsiteki oleh Ridwan Kamil. Dia menciptakan desain unik sebuah masjid yang memanfaatkan sinar matahari.Celah-celah angin pada empat sisi dinding masjid menjadikan sirkulasi udara di ruang masjid begitu baik, sehingga tidak terasa gerah atau panas meski tak dipasangi AC atau kipas angin.


Di Bagian imam sengaja tanpa dinding artinya menggambarkan bahwa setiap makhluk yang salat dia akan menghadap Allah.Di dalam interior masjid, jumlah lampu yang dipasang sebanyak 99 buah sebagai simbol 99 nama-nama Allah atau Asmaul Husna. Masing-masing lampu yang berbentuk kotak itu, memiliki sebuah tulisan nama Allah. Tulisan pada lampu-lampu itu dapat dibaca secara jelas dimulai dari sisi depan kanan masjid hingga tulisan ke-99 pada sisi kiri bagian belakang masjid.

Ruang salat di masjid mampu menampung sekitar 1.500 jamaah ini. Masjid ini tidak memiliki tiang atau pilar di tengah untuk menopang atap, sehingga terasa begitu luas. Hanya empat sisi dinding yang menjadi pembatas sekaligus penopang atapnya.
Di Bagian imam sengaja tanpa dinding artinya menggambarkan bahwa setiap makhluk yang salat dia akan menghadap Allah.



Lanskap dan ruang terbuka, sengaja dirancang berbentuk garis-garis melingkar yang mengelilingi bangunan masjid. Lingkaran-lingkaran yang mengelilingi masjid itu terinspirasi dari konsep tawaf yang mengelilingi Kakbah

https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Al-Irsyad

SENSASI WISATA SPIRITUAL DI BANDUNG Bag. 2

Masjid Al-Irsyad merupakan sebuah masjid yang terletak di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 2009 dan selesai pada tahun 2010. Bentuk masjid sekilas hanya seperti kubus besar laiknya bentuk bangunan Kubah di Arab Saudi. Dengan konsep ini, dari luar terlihat garis-garis hitam di sekujur dinding masjid.

Masjid Al-Irsyad diresmikan pada 17 Ramadan 1431 Hijriah tepatnya 27 Agustus 2010 silam. Bangunannya unik, megah, dan kokoh. Beberapa bulan setelah dibangun, masjid yang memiliki arsitektur memukau ini langsung menyabet penghargaan bergengsi tingkat dunia.

Pembangunan masjid ini diarsiteki oleh Ridwan Kamil. Dia menciptakan desain unik sebuah masjid yang memanfaatkan sinar matahari.Celah-celah angin pada empat sisi dinding masjid menjadikan sirkulasi udara di ruang masjid begitu baik, sehingga tidak terasa gerah atau panas meski tak dipasangi AC atau kipas angin. Di Bagian imam sengaja tanpa dinding artinya menggambarkan bahwa setiap makhluk yang salat dia akan menghadap Allah.
Di dalam interior masjid, jumlah lampu yang dipasang sebanyak 99 buah sebagai simbol 99 nama-nama Allah atau Asmaul Husna. Masing-masing lampu yang berbentuk kotak itu, memiliki sebuah tulisan nama Allah. Tulisan pada lampu-lampu itu dapat dibaca secara jelas dimulai dari sisi depan kanan masjid hingga tulisan ke-99 pada sisi kiri bagian belakang masjid.
Ruang salat di masjid mampu menampung sekitar 1.500 jamaah ini. Masjid ini tidak memiliki tiang atau pilar di tengah untuk menopang atap, sehingga terasa begitu luas. Hanya empat sisi dinding yang menjadi pembatas sekaligus penopang atapnya.

Celah-celah angin pada empat sisi dinding masjid menjadikan sirkulasi udara di ruang masjid begitu baik, sehingga tidak terasa gerah atau panas meski tak dipasangi AC atau kipas angin. Di Bagian imam sengaja tanpa dinding artinya menggambarkan bahwa setiap makhluk yang salat dia akan menghadap Allah.
Lanskap dan ruang terbuka, sengaja dirancang berbentuk garis-garis melingkar yang mengelilingi bangunan masjid. Lingkaran-lingkaran yang mengelilingi masjid itu terinspirasi dari konsep tawaf yang mengelilingi Kakbah

https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Al-Irsyad

Thursday, June 16, 2016

Usia Dari Nama Jalan Braga

Pada tanggal 18 Juni 2016 Nama resmi Jalan Braga telah berusia 134 tahun.
Nama jalan Braga diambil dari perkumpulan Tonil,Braga yang didirikan oleh Pieter Stijhoff
Pada tanggal 18 Juni 1882.


Pada awal Abad ke-19 Jalan Braga merupakan jalan setapak yang hanya bisa dilalui oleh kuda.
menghubungkan alun-alun - Merdeka Lio-Kampung Balubur-Coblong-Dago-Buniwangi
Maribaya dan turun ke Cikapayang

Jalan Braga Menjadi ramai karena banyak usahawan-usahawan terutama berkebangsaan Belanda
Mendirikan toko-toko dan tempat hiburan di kawasan itu. Kemudian pada Dasawarsa 1920-1930-an Muncul toko-toko dan butik (boutique) pakaian yang mengambil model di kota Paris,Perancis yang saat itu merupakan kiblat model pakaian di dunia.
by: Novan

Sensasi Wisata Spiritual Di Mesjid Raya Bandung

Bandung, ibu kota provinsi Jawa Barat  adalah kota belanja, kota bisnis, kota pendidikan, sekaligus kota wisata. Dengan keterbatasan luas wilayahnya serta prasarana jalannya, kota ini tetap menjadi tujuan wisatawan dari berbagai kota, khususnya Jakarta dan kota-kota sekitarnya, bahkan kota ini juga menjadi tujuan bagi  rombongan pelajar dari daerah Jawa tengah, Jawa timur maupun dari luar Pulau Jawa yang sedang berlibur dan menjadikan kota Bandung sebagai sarana studi Banding.


Salah satu obyek wisata yang menarik adalah bangunan Masjid Raya Bandung. Masjid dengan luas 3800 meter persegi itu terlihat hijau di depannya karena terhampar luas rumput sintetis yang eksotis dan unik Sehingga menjadi objek wisata dan objek foto bagi para pengunjungnya. 

Tentu saja,mesjid ini menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat, terutama warga sekitar. Untuk dapat Pengunjung harus melepas alas kaki, saat menginjak rumput sintetis ini agar kebersihan tetap terjaga 

Sudah menjadi tradisi bagi warga Bandung untuk mengunjungi kawasan ini paling tidak satu kali dalam Bulan puasa, dalam rangka melaksanakan ibadah,  ngabuburit,atau selingan setelah  berbebelanja untuk persiapan hari Raya. Nah, bandung lovers Silahkan nikmati sensasi wisata spiritual di Masjid Raya Bandung ini
By: novan

Tuesday, June 14, 2016

SEJARAH TOKO ROTI TEMPO DULU DI BANDUNG


Sekitar 4.600 tahun yang lalu, di Mesir ada orang lupa mengeringkan adonan tepung. Adonan itu meragi. Setelah dibakar, rasanya jauh lebih empuk dan lebih enak. Dari sejak itulah, mereka sengaja meragikan dulu adonan tepung agar supaya mengembang.

Orang Indonesia pertama kali mengenal Roti maupun Keju dari orang Portugis yang datang lebih awal, sebelumnya orang Belanda. Kata TERIGU diserap dari bahasa Portugis: TRIGO. Sedangkan kata ROTI itu sendiri dari bahasa Sansekerta: ROTIKA. Di India juga mereka menyebut kata Roti sama seperti di Indonesia.

Roti dalam bahasa Belanda BROOD Itulah sebabnya di masa yang lalu tukang roti di Jakarta menjajakan dagangannya sambil berteriak: BOOT! BOOT !

Roti bagi orang Belanda adalah makanan pokok yang paling penting. Bila mereka berdoa, mereka akan mengucapkan, “Berikanlah kami hari ini ROTI secukupnya (Our Daily Bread). Ungkapan ini bukan hanya sekedar kiasan saja. Orang Belanda makan Roti sehari dua kali.

Pada awalnya, mereka membuat roti sendiri di rumah. Tetapi mulai tahun 1567, di Amsterdam mulai ada penjual roti pertama yang akhirnya diikuti oleh para penjual roti lainnya.

Konon, di Belanda ada lebih dari 2.500 jenis macam roti. Mereka lebih senang menyantap roti dari gandum yang warnanya agak hitam. Pada zaman dulu, roti putih dari tepung mahal harganya. Mereka makan roti putih hanya pada hari Minggu atau dihari-hari libur saja. Di samping itu, mereka memiliki keyakinan bahwa hanya roti hitam yang dapat memberikan mereka energi yang cukup untuk bekerja.

Berdasarkan penelitian, bagi orang Eropa, wangi Aroma Roti ada jauh lebih menggiurkan daripada Wangi seorang Wanita. Wangi aroma roti yang baru dipanggang juga jauh lebih menyenangkan daripada Aroma Kopi yang sedang diseduh. Hal inilah yang menyebabkan banyak Supermarket di Belanda memiliki pemanganan Roti sendiri di dalam tokonya. Agar aroma wangi Roti tersebut bisa menarik para pelanggan.

Toko Roti & Kueh yang pertama di Bandung adalah Maison Bogerijn (Braga Permai) yang didirikan pada tahun 1921 oleh keluarga Bogerijn di Jl. Braga 58. Disusul oleh Sumber Hidangan, dulu namanya Het Snoephuis (Rumah Jajanan). Didirikan tahun 1929. Terletak di Jalan Braga 20-22.


.
Toko kueh dan roti Lainnya adalah PT Rasa Bakery and Café yang dahulu namanya Hazes di Jalan Tamblong 15. Didirikan pada tahun 1936, yang setelah dibeli oleh Ibu Kamarga. Namanya diubah menjadi RASA.
.

Di tempat toko kue Canary Jalan Braga sekarang ini; dulunya adalah toko es krim Baltic. Sudah beroperasi sejak tahun 1939. Dulu, banyak yg sering mampir ke toko ini untuk makan es krim setelah pulang nonton dari bioskop Majestic.

Di jalan Braga juga terdapat Toko Kue Sumber hidangan yang terkenal dengan roti dan menu sarapan khas belandanya yang masih dipertahankan hingga saat ini.


.
Ada lagi, Toko Kue Bawean (d/h Sweetheart) yang didirikan pada tahun 1946, spesialis dari toko kue ini adalah bolu gulung berbalutkan nougat dan chocolate wafernya.
.

Toko roti lainnya adalah Merbaboe, Maison Vogelpoel, Lux Vincet dan Valkenet. Toko roti Valkenet di jalan Malabar, didirikan pada tahun 1925. Merupakan toko roti yang termodern di masanya. Mereka sudah menggunakan pemanggang roti listrik dengan system rantai berjalan. Maka tidaklah heran bila toko roti Valkenet ini menjadi terkenal diseluruh Hindia Belanda dan memiliki cabang di kota-kota lainnya.
.

Di jalan Raya Barat dahulu ada juga toko Roti Ramona. Di jl. Kelenteng ada Toko Roti dan Kueh The Joe Kan. Di depan Pasar Andir adan toko roti Belanda – Jan Bakers. Sedangkan dibelakang pasar Andir ada toko Kueh dan Roti Excelsior yang terkenal akan Roti Keju dan kueh Bagelennya.
.
Toko Roti Abadi yang ada di jalan Punawarman sekarang ini; pemiliknya adalah keponakan Mang Ucup. Pertama kali mereka buka di Garut. Pemiliknya juga merupakan cucu dari toko kueh Bagelen Khoe Pek Goan di Garut.


Sumber :https://annunaki.me/2015/09/03/sejarah-toko-roti-tempo-dulu-di-bandung/

Thursday, June 2, 2016

STILASI BANDUNG LAUTAN API DI SDN ASMI BANDUNG

Sepintas tidak ada yang istimewa dari bangunan SD Negeri ini, namun jika kita menyimak sejarahnya, Gedung sederhana ini sempat menjadi saksi bisu dari sepak terjang pemuda Bandung dalam perananya  mempertahankan kemerdekaan Indonesia

Ya di Gedung kecil inilah setelah  kemerdekaan, pemuda kota Bandung membentuk laskar-laskar perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan. Laskar-laskar itu tergabung dalam Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang kemudian menjelma menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal-bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).


Dalam keadaan serba darurat, baik perlengkapan maupun persenjataan, laskar-laskar perjuangan menempati bangunan umum sebagai markas. Salah satu di antaranya adalah Gedung Sekolah Rakyat/SR  (kini Sekolah Dasar Negeri/SDN) di Jalan Asmi yang dijadikan markas pemuda Pesindo dan BBRI. Letaknya di seberang jalan bekas Terminal Kebon Kelapa yang kini dijadikan pusat perbelanjaan.

Bangunan tahun 1941 itu, terpaksa dikosongkan setelah keluar ultimatum terakhir Tentara Sekutu yang dipimpin oleh negara Inggris. Bersama dengan laskar perjuangan lainnya, kota Bandung harus ditinggalkan sampai sejauh 11 kilometer dari pusat kota. Akan tetapi sebelum ditinggalkan mengungsi, bangunan-bangunan di kota Bandung dibakar para pejuang. Malam
itu, tanggal 24 Maret 1946, api menyala dimana-mana. Kota Bandung menjadi lautan api, sebuah peristiwa yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Peristiwa  Bandung Lautan Api (BLA).
#history

HARI PERINGATAN BUNG KARNO 1 JUNI 1945 DIGELAR DI BANDUNG

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, menggelar agenda tahunan besar MPR yakni Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 pada tanggal 1 Juni 2016. Peringatan Pidato Bung Karno sangat penting bagi rakyat  Indonesia sebab di sanalah embrio Pancasila mulai berada dan diperkenalkan. Hari itu juga dikenal sebagai Hari Lahir Pancasila yang merupakan dasar negara dan ideologi negara Indonesia.

Tempat penyelenggaraan Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 memang didesain penuh dengan nuansa dan suasana sejarah terutama sejarah Bung Karno dan Pancasila. Sebelumnya Peringatan Pidato Bung Karno digelar di Ende, Flores Nusa Tenggara Timur kemudian di Blitar, Jawa Timur.

Kali ini Peringatan Pidato Bung Karno akan dipusatkan di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, dengan tagline:

PERINGATAN PIDATO BUNG KARNO 1 JUNI 1945 BERSAMA PRESIDEN RI
“Pancasila Ideologi Bangsaku, Gotong Royong Semangat Negeriku”
Bandung, 1 Juni 2016

Sebelumnya, tim panitia dari Sekretariat Jenderal MPR RI sudah melakukan audiensi dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil, pertengahan Mei 2016 untuk menyampaikan rencana MPR menggelar perhelatan besar bangsa Peringatan Pidato Bung Karno 1945 di Gedung Merdeka Bandung. Ridwan Kamil dalam kesempatan tersebut mendukung penuh agenda besar MPR RI tersebut.

Acara ini sangat istimewa sebab, selain dihadiri oleh Presiden RI yang berkenan menyampaikan pidato Presiden, akan hadir pula tokoh nasional dan tokoh masyarakat antara lain, mantan Presiden/mantan Wapres, Pimpinan MPR, DPR dan DPD, Ketua Fraksi/ Kelompok anggota DPD di MPR, Pimpinan Badan-Badan dan Lembaga di MPR, Ketua Lembaga Negara 
( MA, BPK, MK, KY ), 

Perwakilan keluarga Bung Karno, Menteri/Perangkat Presiden, Kapolri, Panglima TNI, Forkopimda Pemprov Jawa Barat, Walikota Bandung, Walikota dan Bupati di wilayah Pemprov Jawa Barat, 

Partai Politik, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Kepemudaan, dan Organisasi Keagamaan, Mahasiswa dan Pelajar. Dalam rapat pemantapan Tim Panitia Sekretariat Jenderal MPR RI yang dipimpin Sekretaris Jenderal MPR RI Maruf Cahyono, seluruh tim panitia dan pelaksana teknis di lapangan siap mendukung dan mensukseskan agenda besar MPR RI ini.

"Ini adalah hajatan atau agenda besar MPR RI. Acara ini dilihat dan disaksikan oleh seluruh rakyat  Indonesia melalui media-media nasional, tapi juga disaksikan dan dipantau oleh warga dunia melalui media asing. Kami MPR akan berusaha keras agar acara ini berhasil dan sukses demi 
bangsa dan negara," tegasnya.
Sumber : http://www.tribunnews.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...