Monday, February 1, 2016

5 FAKTA MENARIK MUSEUM FATAHILLAH JAKARTA



Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.
Gedung ini dahulu adalah sebuah Balai Kota Batavia (bahasa Belanda: Stadhuis van Batavia) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah. Apa saja fakta menarik dari museum tua ini? Yuk kita simak..

1.       Arsitektur
Gedung Stadhuis di awal abad ke-20, dihubungkan dengan jalur trem ke pusat pemerintahan di kawasan Weltevreden. Arsitektur bangunannya bergaya abad ke-17 bergaya neoklasik. Bagian atap utama memiliki penunjuk arah mata angin. Seperti ciri khas gedung-gedung tua warisan pendatang eropa  yang ada di Indonesia  Museum ini memiliki luas lebih dari 1.300 meter persegi.

Museum fatahillah Jakarta

Penunjuk mata angin di bagian atas
wikipedia.org


2.       Koleksi
Museum ini dulunya merupakan pusat pemerintahan dan balai kota tempat berkumpulnya warga jakarta dari masa ke masa
Objek-objek koleksi benda kuno  yang dapat ditemui di museum ini antara lain catatan perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel /furniture antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat Tiongkok, dan Indonesia. Juga ada keramik, gerabah, dan batu prasasti.
https://bayuwinata.wordpress.com/tag/jakarta/

 Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang Batavia.
Terdapat juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi,


Di ruangan berlantaikan batu berwarna abu abu kehitaman ini terdapat sebuah lukisan yang berukuran besar. Lebar lukisan kurang lebih 10 meter dengan tinggi 3 meter. Lukisan ini di buat oleh Sudjono. Terdapat tiga lukisan yang menceritakan penyerbuan Mataram ke Batavia pada tahun 1628 dan 1629.  Bagian kiri  lukisan menceritakan mengenai Sultan Agung Hanyokrokusumo sedang mempersiapkan rapat untuk menyerang Batavia. Bagian tengah menceritakan mengenai peperangan antara pasukan Mataram dan Belanda pada sebuah lapangan besar, latar belakang dari pertempuran adalah gedung Stadhuis. Bagian kanan dari lukisan adalah kisah bupati Tegal dan J.P Coen  yang sedang berdialog
https://bayuwinata.wordpress.com/tag/jakarta/
Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes (menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) 

yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis.
Meriam si Jagur


Ciri khas lain, tulisan Gouvernourskantoor di bagian depan




3.      Museum Sejarah Jakarta

Pada tahun 1937, Yayasan Oud Batavia mengajukan rencana untuk mendirikan sebuah museum mengenai sejarah Batavia, yayasan tersebut kemudian membeli gudang perusahaan Geo Wehry & Co yang terletak di sebelah timur Kali Besar tepatnya di Jl. Pintu Besar Utara No. 27 (kini museum Wayang) dan membangunnya kembali sebagai Museum Oud Batavia. Museum Batavia Lama ini dibuka untuk umum pada tahun 1939.



Pada masa kemerdekaan museum ini berubah menjadi Museum Djakarta Lama di bawah naungan LKI (Lembaga Kebudayaan Indonesia) dan selanjutnya pada tahun 1968 ‘’Museum Djakarta Lama'’ diserahkan kepada PEMDA DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Ali Sadikin, kemudian meresmikan gedung ini menjadi Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974.

Untuk meningkatkan kinerja dan penampilannya, Museum Sejarah Jakarta sejak tahun 1999 bertekad menjadikan museum ini bukan sekedar tempat untuk merawat, memamerkan benda yang berasal dari periode Batavia, tetapi juga harus bisa menjadi tempat bagi semua orang baik bangsa Indonesia maupun asing, anak-anak, orang dewasa bahkan bagi penyandang cacat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman serta dapat dinikmati sebagai tempat rekreasi. 

Untuk itu Museum Sejarah Jakarta berusaha menyediakan informasi mengenai perjalanan panjang sejarah kota Jakarta, sejak masa prasejarah hingga masa kini dalam bentuk yang lebih rekreatif. Selain itu, melalui tata pamernya Museum Sejarah Jakarta berusaha menggambarkan “Jakarta Sebagai Pusat Pertemuan Budaya” dari berbagai kelompok suku baik dari dalam maupun dari luar Indonesia dan sejarah kota Jakarta seutuhnya. Museum Sejarah Jakarta juga selalu berusaha menyelenggarakan kegiatan yang rekreatif sehingga dapat merangsang pengunjung untuk tertarik kepada Jakarta dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya warisan budaya.

4.       Sejarah Gedung
Gedung Museum Sejarah Jakarta mulai dibangun pada tahun 1620 oleh Gubernur Jendral Jan Pieterszoon Coen sebagai gedung balai kota kedua pada tahun 1626 (balai kota pertama dibangun pada tahun 1620 di dekat Kalibesar Timur). 

Jan Pieterszoon Coen. Lelaki kelahiran  Hoorn, Belanda, 8 Januari 1587 adalah seorang Gubernur Jendral  ke empat dari VOC. Dia adalah orang yang memberikan nama Batavia pada Jakarta tempo dulu. Dia meninggal dan di kuburkan  di Batavia pada umur 42 tahun.
J.P Coen
https://bayuwinata.wordpress.com/tag/jakarta/

5.   Sejarah kelam Gedung ini

Menurut catatan sejarah, gedung ini hanya bertingkat satu dan pembangunan tingkat kedua dilakukan kemudian. Tahun 1648 kondisi gedung sangat buruk. Tanah Jakarta yang sangat labil dan beratnya gedung menyebabkan bangunan ini turun dari permukaan tanah. Solusi mudah yang dilakukan oleh pemerintah Belanda adalah tidak mengubah pondasi yang sudah ada, tetapi menaikkan lantai sekitar 2 kaki (56 cm). Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.

Menurut suatu laporan 5 buah sel yang berada di bawah gedung dibangun pada tahun 1649. Tahun 1665 gedung utama diperlebar dengan menambah masing-masing satu ruangan di bagian Barat dan Timur.Setelah itu beberapa perbaikan dan perubahan di gedung stadhuis dan penjara-penjaranya terus dilakukan hingga menjadi bentuk yang kita lihat sekarang ini.


Bagian depan gedung ini dahulu  kerap menjadi tempat 'eksekusi'



Ruang bawah Tanah penjara laki-laki di museum ini
Bagian luar penjara laki-laki di bekas gedung stadhui ini
Bagian dalam penjara wanita

Selain digunakan sebagai stadhuis, gedung ini juga digunakan sebagai ‘’Raad van Justitie'’ (dewan pengadilan). Pada tahun 1925-1942 setelah aktivitas Balai Kota dipindahkan ke Koningsplein Zuid (Sekarang Jl. Medan Merdeka No. 8-9, Jakarta Pusat), gedung ini dimanfaatkan sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pada tahun 1942-1945 dipakai untuk kantor pengumpulan logistik Dai Nippon. Tahun 1952 gedung ini menjadi markas Komando Militer Kota (KMK) I, lalu diubah kembali menjadi KODIM 0503 Jakarta Barat. Tahun 1968, gedung ini diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta, lalu diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974.


Seperti umumnya di Eropa, gedung balaikota dilengkapi dengan lapangan yang dinamakan ‘’stadhuisplein'’. Menurut sebuah lukisan uang dibuat oleh pegawai VOC ‘'’Johannes Rach”’ yang berasal dari ‘'’Denmark”’, di tengah lapangan tersebut terdapat sebuah air mancur yang merupakan satu-satunya sumber air bagi masyarakat setempat. Air itu berasal dari Pancoran Glodok yang dihubungkan dengan pipa menuju stadhuiplein. Pada tahun 1972, diadakan penggalian terhadap lapangan tersebut dan ditemukan pondasi air mancur lengkap dengan pipa-pipanya. Maka dengan bukti sejarah itu dapat dibangun kembali sesuai gambar Johannes Rach, lalu terciptalah air mancur di tengah Taman Fatahillah. 
Bangunan air mancur replika


Pada tahun 1973 Pemda DKI Jakarta memfungsikan kembali taman tersebut dengan memberi nama baru yaitu ‘'’Taman Fatahillah”’ untuk mengenang panglima Fatahillah pendiri kota Jakarta.

Museum fatahillah saat ini menjadi tempat tujuan wisata keluarga dan juga berfungsi sebagai salah satu pusat kegiatan seni dan kebudayaan yang ada di kota Jakarta



Alamat
Jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat
tiket masuk Museum :
-Dewasa Rp. 5000
-Anak-anak Rp. 2000
(harga sewaktu-waktu bisa update)
sumber: id.wikipedia.org
Sumber photo:
-http://ilmuhumaniora.blogspot.co.id/
-https://bayuwinata.wordpress.com/tag/jakarta/
- id.wikipedia.org

3 comments:

  1. Today's apple is spinning at the replica watches uk acceleration of ablaze and it seems infiltrated by deadlines on top of deadlines. In this anarchic ambiance the watch is absolutely in demand! For some their time section is even calmness at moments. There are arrangement to accept from in abounding styles and personalities. Aloft that there are a amount of brands with ample capricious amount ranges. Abounding do accept a few watches for altered occasions, generally analytic priced. Admitting there are aswell those enthusiasts who avidly aggregate abounding watches and generally they are absolutely cher as well. It all began at a Paris jewellery branch run by Adept Adolphe Picard. In 1847 if Picard anesthetized away, Louis-Francios Cartier took over afterwards his master. It became a ancestors business and affiliated through to the next century. Louis-Francios's son Alfred Cartier was circuitous in 1904 if he abutting minds with allegorical watchmaker Edmond Jaeger to accomplish the aboriginal Cartier watch to be exhausted by pilot Santos-Dumont if flying. Today the replica rolex name Cartier has maintained authority for about 160 years and alone associated with quality, elegance, and performance! If it comes to the Cartier watch, alone the best is used. The accomplished cast jewellery and alone the a lot of absolute automated functionality are activated with the accomplished standards as annihilation beneath will do.Among the alternative you will aswell see the college end Cartier watch alternative including abounding adored metal bands of gold and platinum. Taking affliction in authentic alternative of these will amount you a bundle, but should go down in your ancestors history well. The ultimate would accept to be the Cartier D'art bound copy models. In this band you will acquisition the Cartier watch of all Cartier alignment from fractional to complete architecture accoutrement and the Cartier signature: the panther.If you accept any catechism for purchasing replica watches,the administrative ambience absurd in Jonson's play that Pope could not envisage, although his announcement does accept Curll acquaint Pemberton about an approaching case for publishing Rochester's poems. Admitting his loyal credentials, Curll's bartering absorption in the accursed Jacobite had put him in the position of an base and accusable criminal, affected to abjure in one of the uk replica watches accomplished accessible courts alone a few weeks afterwards Pope had fabricated him abjure in his bedroom.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...