Tuesday, November 19, 2013

Lembang dan Ksatria Tomat

Lembang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia. Kecamatan Lembang berada pada ketinggian antara 1.312 hingga 2.084 meter di atas permukaan laut.
Titik tertingginya ada di puncak Gunung Tangkuban Perahu. Sebagai daerah yang terletak di pegunungan, suhu rata-rata berkisar antara 17°-27 °C.

Lembang merupakan daerah penghasil sayuran yang terkenal dan terdapat di utara kota Bandung. Produk sayuran yang dihasilkan menopang berbagai kebutuhan pokok untuk kota Bandung dan sekitarnya


Jika datang ke daerah ini, kita bisa menjumpai tanaman sayuran seperti kentang, cabai merah, bawang merah, tomat, buncis, kacang panjang, jamur, terong, mentimun, dan sayuran tropis asli Indonesia lainnya

Setiap Bulan Muharam (Bulan Islam) Warga Desa Cikidang kampung Cikareumbi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat Menggelar upacara"Ngaruat Bumi Hajat Buruan Dan Repug Tarung Adu Tomat". 

Inti upacara ini Adalah saling melempar Tomat . Perang tomat ala "La Tomatina" Negri Spanyol ini bertujuan untuk membuang hal-hal buruk yang mungkin ada di desa tersebut. dan sebagai upacara Syukuran atas hasil panen yang telah didapat masyarakat

Sebelum acara perang dimulai,didahului oleh arak-arakan dan tarian ritual oleh wanita yang diiringi tetabuhan musik tradisional.

Selanjutnya para peserta perang tomat yang berusia dewasa  melakukan pemanasan. dan menggunakan helm unik dilengkapi tameng terbuat dari bambu. 

Para "Ksatria Tomat" inipun mulai saling melempar tomat setelah mendapat aba-aba dari pemimpin upacara diiringi sorak sorai penonton dan hingar bingarnya alunan kendang dan gamelan musik tradisional sunda. Pertempuran tomat inipun bisa berlangsung selama hampir 30 puluh menit dan menghabiskan puluhan tomat super matang alias setengah busuk






Tomat yang dipakai pun adalah tomat yang sudah tidak layak untuk dikonsumsi, warga pun menjelaskan bahwa makna dari upacara ini adalah upacara untuk "membuang segala sesuatu yang tidak bermanfaat ataupun tidak layak.dan sebagai doa mengusir penyakit serta hama tanaman





Dikarenakan mayoritas warga Merupakan petani sayur,
tomat dipilih sebagai senjata dalam perang
Kepala Desa Cikidang  mengatakan,
perang tomat merupakan rangkaian 
dari tradisi ruwatan bumi setiap bulan Muharam khas kampung itu 
dan merupakan atraksi yang sarat makna filosofis, 
menghibur serta serta menampilkan seni budaya khas Sunda

                                                          ( Ksatria tomat Masa Depan :)  )

(Foto diambil dari berbagai sumber)


1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...