Pada hari Kamis, 14 April 2010 malam, Jarum Super beserta pendukung kegiatan lainnya menggelar Konser Mancawarna Sarasvati. Acara ini diadakan di Teater Tertutup Dago Tea House Bandung. Menariknya, pada acara ini Sarasvati melibatkan nuansa makhluk halus dalam teater show kali ini.
Sarasvati tampil optimal, begitu juga dengan kompenen musik pendukung, serta tata cahaya serta suara yang memukau. Konser yang dipenuhi penonton dan semua tiket yang sold out ini, tampak memberikan warna yang memukau bagi pencinta lagu-lagu wanita dengan nama Risa Sarasvati ini.
Lagu-lagu yang dibawakan pun umumnya adalah lagu ciptaanya sendiri, disamping beberapa lagu penghargaan terhadap seniman lainnya, seperti ciptaan Guruh Sukarno Putra dengan Judul "Merpati Putih" dan "Kala Sang Surya Tenggelam". Acara ini pun didukung oleh berbagai kalangan seniman, seperti dari STSI Bandung, Vicky vocalis Burger Kill, Cholil dari efek Rumah Kaca.
Mancawarna Sarasvati sendiri memiliki arti yang cukup dalam pada konser ini. Dimana filosofinya menggambarkan berbagai kilau kehidupan, terutama untuk menjelaskan musik wanita asal Bandung yang selama ini lebih diidentikan dengan unsur kegelapan. Mungkin ini juga yang membuat konser Sarasvati tetap dikunjungi oleh banyak penonton meskipun hujan dari sore hari beberapa jam sebelum pertunjukan dimulai tak henti turun membasahi bumi.
Selain itu, konser ini juga didukung oleh berbagai kalangan yang terlibat dalam mengisi komposisi musik, seperti Mini Orchestra by Bohemian Ensemble, Karinding by Karinding attack, Taisho Goto by Hima Sastra Jepang Universitas Pendidikan Indonesia, dan Theatrical Performance by Apostrophe Theatre Sastra Prancis universitas Padjadjaran. Kuatan yang dihadirkan oleh kalangan pengisi performance ini sangat memperkuat nilai yang dihasilkan.
Konser Bernuansa Mistis
Sarasvati team mendesain konser ini relatif berbeda dibandingkan dengan konser-konser lain yang pernah ada, karena sedikit berhadapan dengan dunia ghaib, baik situasi di luar gedung maupun di dalam gedung. Sehari sebelum acara dimulai bau kemenyan sudah mulai tercium di daerah ini. Di luar gedung disediakan sebuah ruangan yang menggambarkan suasana sebuah kerangka manusia dalam keadaan terbakar di atas tempat tidurnya, dengan api membakar tubuh kerangka tersebut, dan api yang membara disekitarnya.
Salam yang disampaikan oleh Sarasvati pada peluncuran album Mancawarna Sarasvati ini pun, "Selamat malam Jumat...", sapaan ini membuat penonton yang hadir malam itu menjadi bingung, harus tertawa atau takut, seperti dikutip dari pengantar berita yang dimuat di http://geeksbible.com.
Di dalam gedung tempat menonton dibentuk area kuburan yang tersusun rapi, ibarat konser ini diadakan di daerah pemakaman. Di salah satu sisi, duduk dengan tenang satu kelompok 'penonton' dengan baju serba hitam, mata merah, kulit wajah pucat pasi. Di tempat lain, ada sesuatu yang memperhatikan, ia diam seperti patung, mulai dari awal pertunjukan hingga akhir, sesuatu itu ikut menonton dengan tatapan tajam, dingin, rambut panjang terurai, baju putih dari atas sampai ke lantai, 'penonton' ini membuat suasana sedikit 'berbeda'. Lalu pada akhir pertunjukan, ternyata ada yang keluar 'bergentayangan' dari antara penonton menari mengikuti nyanyian Sarasvati...




No comments:
Post a Comment